Sulsel

Banjir Kembali Rendam 4 Kecamatan di Luwu, Ini Penyebabnya

ONLINELUWURAYA.COM, LUWU — Penyebab utama terjadinya banjir di sejumlah wilayah Luwu diakibatkan adanya kerusakan hutan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Islam Luwu (IPMIL), Muhammad Reski Sujono

“Ini (banjir) akibat alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan. Olehnya itu, pemerintah dan aparat jangan menutup mata terkait alih fungsi hutan, kejar semua pelakunya dan kembalikan fungsi hutan seperti sebelumnya,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (13/06/2019).

Menurut dia, penanggulangan hutan gundul harus segera diatasi. Jika tidak, banjir secara terus menerus akan melanda Kabupaten Luwu saat diguyur hujan.

Reski mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu untuk menindak tegas pelaku penebangan liar hutan.

“Beberapa gunung di daerah Kabupaten Luwu sudah dibabat untuk alih fungsi menjadi lahan perkebunan. Seperti di Larompong, Suli Barat, Latimojong, Bastem, Bukit Sutra, gunung di Bua. Pemerintah harus serius menangani hutan yang sudah mengalami penggundulan. Dengan begitu hutan akan kembali seperti dulu lagi, dan pohon yang ada di hutan dapat menahan air sehingga potensi banjir bisa sedikit berkurang,” tambah Reski

Untuk diketahui sebelumnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu dilanda banjir. Sejak 2019 ini, sudah tiga kali dilanda banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu pun melaporkan jika empat kecamatan kembali dilanda banjir pada Kamis (13/06/2019) dini hari. Diantaranya di Kecamatan Larompong Selatan, Larompong, Suli dan Suli Barat.

Sedikitnya 422 KK yang rumahnya terkena dampak banjir. Serta beberapa fasilitas lainnya, seperti masjid, perkantoran, sekolah dan jembatan.

“Kami bersama Polres Luwu dan aparat TNI bukan hanya turun melihat korban banjir dan memberikan bantuan. Kami turun juga meninjau titik banjir yang perlu kita benahi pasca banjir nanti dan mencari tahu penyebab utama banjir yang kerap melanda beberapa kecamatan di Luwu,” tutur Bupati Luwu, Basmin Mattayang saat meninjau lokasi banjir.

“Posko bencana kita bangun hampir di seluruh perkantoran pemerintah di beberapa kecamatan, termasuk polsek setempat dan beberapa tenda darurat kita buat sebagai persiapan jika ada warga yang mengungsi,” lanjut Basmin Mattayang. (*)

Comments

Berikan Komentar Anda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top