Sulsel

Hari Jadi Belopa ke-14, Bupati Luwu Inginkan Kota Bersih dan Religi

ONLINELUWURAYA.COM, LUWU — Peringatan Hari Jadi Belopa ke 14, Bupati Luwu Basmin Mattayang mengharapkan Belopa sebagai ibukota Kabupaten Luwu nantinya bisa menjadi Kota Bersih dan Religi

Tidak hanya menjadi slogan, Pemerintah Kabupaten Luwu sudah mulai menggalakkan dua hal tersebut dengan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan di mulai dari lingkungan sekitarnya dan untuk ASN di lingkungan pemkab setiap hari jumat mengenakan pakaian batik dan menggunakan sarung serta memakai kopiah bagi laki-laki

“Kami ajak masyarakat Luwu untuk menjaga kebersihan di mulai dari lingkungan sekitarnya dan bagi ASN untuk mengenakan sarung di hari Jumat,” ujar Basmin saat di temui langsung Onlineluwuraya.Com di salah satu Warung Coto Makassar, di Belopa, Selasa (11/02/2020).

Selain itu Basmin juga mengajak kepada warganya untuk menggalakkan gerakan menanam sayur di halaman rumahnya

“Gerakan menanam sayur ini kita galakkan mulai tahun 2020 ini yang mana nantinya akan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya

Pemerintah juga akan menyiapkan bibit yang dibutuhkan masyarakat untuk gerakan menanam sayur atau hortikultura

“Tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumahnya berpangku tangan dan bermalas-malasan. Mereka bisa menanam sayur dihalaman rumahnya masing-masing. Nanti disiapkan bibit bagi mereka yang ingin menggalakkan gerakan menanam sayur,” kuncinya

Dimana beberapa waktu lalu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Luwu, menggelar panen sayur perdana yang dihadiri oleh Bupati Luwu, Basmin Mattayang bersama Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Hayarna Basmin.

KWT Desa Senga Selatan bersama kelompok dasa wisma menanam tanaman hortikultura atau sayur, kangkung dan bayam.

Sementara Itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu Hayarna Basmin mengatakan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak ikut berpartisipasi dalam gerakan menanam sayuran.

“Menanam sayuran bagi masyarakat itu penting. Karena selain untuk memenuhi gizi keluarga, sayuran ini dapat menjadi mata pencaharian keluarga. Jika kita tidak memiliki lahan atau kebun, pekarangan rumahpun bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran,” kata Hayarna Basmin.

Selain itu, Hayarna menuturkan ada dua macam cara untuk menanam. Model tanaman konvensional dilakukan di lahan atau kebun yang luas. Ada yang melalui system vertikultur (dikembangkan di halaman yang sempit) dengan jenis tanaman sayuran seperti bayam, sawi, kangkung, dan terong. (Arif)

Comments

Berikan Komentar Anda

To Top