Sulsel

IDP Tak Ingin Tinggalkan Perempuan Pejuang Keluarga

ONLINELUWURAYA.COM, LUTRA — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP), memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berbasis Masyarakat Dalam Peningkatan Produksi Gula Aren dan Sarabba Instan yang Berkualitas dan Higienis, Selasa (16/7/2019), di Kantor Desa Tulak Tallu Kecamatan Sabbang.

Pelatihan Pengelolaan Sumber Daya Alam berbasis Masyarakat diselenggarakan oleh LSM Waslit bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara, Global Alliance For Green And Gender Action (GAGGA), NTFP-EP Indonesia, serta Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI). Pelatihan ini diikuti 70 oleh peserta.

Kegiatan ini juga melibatkan kaum perempuan yang tergabung dalam dua kelompok, masing-masing Kelompok Aren Lestari Desa Tulak Tallu yang khusus mengelola produksi gula aren serta Kelompok Tunas Jaya Desa Pararra untuk produksi sarabba instan. Pelibatan kaum perempuan dalam kegiatan ini memantik IDP untuk hadir memberikan dukungan.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman penyelenggara. Padatnya agenda hari ini tidak mengurangi semangat kami untuk hadir memberikan dukungan atas pelaksanaan kegiatan ini,” tutur IDP saat membuka Pelatihan Pengelolaan SDA berbasis Masyarakat ini.

Ia meyakinkan peserta untuk tidak khawatir akan keberlanjutan kegiatan ini.

“Ibu-ibu tidak usah khawatir. Saya ingin bersama dengan teman-teman penyelenggara, dengan perempuan-perempuan pejuang keluarga, serta dengan kita semua. Saya ingin meyakinkan ibu-ibu, para peserta, serta masyarakat lainnya, agar tidak merasa sendirian dalam melaksanakan program ini,” tutur IDP yang menyebut peserta sebagai perempuan pejuang keluarga.

IDP menambahkan, inti dari kegiatan ini adalah bukan semata-mata pada proses pemberdayaannya saja, tetapi ada pesan penting lain yang harus diketahui peserta, yaitu mengajak peserta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita semua bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan. Inilah filosofi dari pelaksanaan kegiatan ini,” terangnya.

“Kita diajak untuk sama-sama menjaga lingkungan, terutama di daerah aliran sungai, tapi di sisi lain kita juga diajarkan untuk produktif. Salah satunya adalah bagaimana mengelola produksi gula aren dan sarabba instan ini,” sambung Bupati perempuan pertama di Sulsel ini. IDP sangat berharap agar peserta tetap menjaga keberlanjutan dari kegiatan ini.

Ketua LSM Waslit, Jalisman, mengatakan, kegiatan ini terlaksana didorong oleh rasa kepedulian warga desa Tulak Tallu dan desa Pararra yang begitu tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

“Insya Allah, kami akan menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menyukseskan program ini,” tandasnya. Pelatihan ini rencananya berlangsung selama 6 bulan. (LH/HMS)

Comments

Berikan Komentar Anda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top