hukum & kriminal

Jamaah Pertanyakan Proses Hukum Tersangka Penistaan Agama, Ini Penjelasan Kapolres Palopo

ONLINELUWURAYA.COM, PALOPO — Sekitar 25 orang Jamaah Masjid Agung Luwu Palopo datangi Mapolres untuk mempertanyakan proses hukum kasus penistaaan agama via medsos Facebook yang diterima langsung oleh Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah di ruang data Mapolres, Jumat (19/7/2019)

Rombongan Jamaah melakukan audience yang dipimpin oleh Ustadz Rahman Paliling.

Ustadz Rahman Paliling  mengatakan tujuan mereka ke Mapolres Palopo untuk meminta kejelasan sejauh mana keseriusan penanganan proses hukum terhadap Eka Trisusanti Toding selaku tersangka

Berdasarkan informasi yang beredar bahwa tersangka kasus penistaan agama tersebut di tangguhkan penahanannya.

” Kami meminta kepada Bapak Kapolres agar diperlihatkan tersangka penista agama yang berada dalam tahanan sebagai bukti bahwa Tersangka berada di dalam tahanan,” pinta Ustadz Rahman di depan Kapolres Palopo.

Mereka juga mengharapkan Kapolres agar kiranya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama, melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah mengungkapkan bagi yang menyebarkan isu penangguhan mari kita doakan agar mendapatkan hidayah.

“Kita perlu mewaspadai adanya upaya untuk membuat kegaduhan di Palopo yang damai ini. Untuk itu, apabila ada sesuatu yang kurang jelas, silakan langsung komunikasikan dengan kami. Percayakan kepada Polres Palopo sebagai Penegak Hukum untuk memproses kasus ini.

Lanjut Ardiansyah sebagai umat Islam, kami juga merasa sakit dengan adanya postingan tersebut. Polres juga telah berkoordinasi dengan FKUB.

“Polres Palopo sudah membuat video rekaman permintaan maaf dari Eka Trisusanti Toding, namun hal tersebut sebatas upaya untuk mendinginkan situasi.  Adapun proses hukum terhadap Eka Trisusanti Toding akan terus berjalan dan hingga saat ini Polres juga belum menerima adanya permohonan penangguhan terhadap tersangka.

Kapolres Palopo juga meminta agar  tetap mengawal kasus ini hingga jatuhnya vonis. Kewenangan kami hanya sampai pada tahap penyerahan berkas ke Kejaksaan Negeri Palopo.

“Mari kita jaga Kota Palopo ini dari isu-isu hoaks yang dapat mengganggu,” kunci AKBP Ardiansyah. (*)

 

Comments

Berikan Komentar Anda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top