hukum & kriminal

Mayat Korban Tsunami-pun di Pungli

ONLINELUWURAYA.COM, JAKARTA — Pungutan liar (Pungli) kayanya masih menjadi tujuan menambah penghasilan yang diluar penghasilan tetap sebulan dari Lembaga dan instansi mereka.

Kayaknya negara Panca Sila (kemanusiaan) sudah tidak diberlakukan dalam hal ini sampai keluarga korban tsunami baru bisa mengambil mayat keluarganya diharuskan di rebus hingga jutaan rupiah.

“Kami terus terang amat sangat menyayangkan dan kami sendiri dari jajaran RSDP tentunya sangat terpukul dengan kejadian ini dan sangat sedih dan sangat hancur buat kami dalam kasus ini,” sebut Direktur RSDP Serang, Sri Nurhayani, dalam keterangan pers di Mapolda Banten , Sabtu (30/12/2018) malam.

Diakui Sri Nurhayati , kejadian di
Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang , suatu kecolongan terkait pungli terhadap jenazah korban tsunami.

Untuk itu, pihak rumah sakit sangat kecewa dengan tingkah oknum pegawai RSDP Serang.

Padahal, kata dia, sesuai undang-undang yang berlaku, tak ada pungutan apapun jika terjadi kejadian luar biasa (KLB) seperti bencana tsunami.

” SOP yang ada di kami peraturan yang ada di UU Kesehatan sudah jelas bahwa manakala ada kejadian KLB salah satunya adalah bencana ini tidak boleh dipungut biaya se sen pun terhadap korban dan itu sudah kami lakukan dan kami instruksikan kepada semua jajaran yang ada di RSDP, ” sambungnya.

Pungli itu terjadi pada 23 Desember 2018, atau sehari pasca tsunami, situasi di rumah sakit sedang penuh sesak oleh korban tsunami baik dari Serang dan Pandeglang.

Ternyata pada hari itu, ada dua orang aparat RSDP , memanfaatkan situasi melakukan pungli.

” Saat kejadian tanggal 23 dengan kondisi yang sangat crowded dengan pelayanan yang kami berikan baik itu di IGD ataupun kamar jenazah karena memang sangat crowded sekali tanggal 23 itu,” katanya, tanpa menyebut apa tindakan (sanksi) terhadap dua pegawainya itu , selain mengaku menyerahkan kepolisian.

Pejabat Kadis Kesehatan Kabupaten Serang ini menambahkan dirinya bersama jajaran juga akan mengevaluasi kerja sama antara pihak swasta yang mengurusi jenazah di RSDP.

Tapi yang pasti Sri menyesalkan kejadian ini , “Intinya kami sangat menyesalkan dan sangat mengutuk peristiwa ini,” akunya seraya mengatakan dua pegawai pelaku pungli itu, sudah ditahan di Polres Banten.(DTKC/JNN/NAS)

Comments

Berikan Komentar Anda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top