Sulsel

Produksi Padi 2018 Meningkat, Luwu Utara Bakal Terima Penghargaan

ONLINELUWURAYA.COM, LUTRA — Jika tak ada aral melintang, bulan Mei ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara bakal menerima apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas hasil peningkatan produksi padi Luwu Utara pada 2018 yang baru-baru ini dirilis BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Di mana Luwu Utara mendapat persentase peningkatan produksi tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel, yaitu 24,59%.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan melalui Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan, Sunanto, usai menghadiri panen perdana padi di lokasi penangkaran benih padi, Sabtu (4/5/2019), di Desa Hasanah Kecamatan Mappedeceng.

“Data peningkatan produksi padi 24,59% ini dikeluarkan BPS Provinsi, dan diakui undang-undang. Insya Allah, penetapannya tidak lama lagi. Mungkin bulan Mei ini,” ungkap Sunanto.

Ia menyebutkan, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya ada sembilan kabupaten yang mendapat persentase di atas 5%, dan Lutra paling tinggi. Daerah dengan peningkatan produksi di atas 5%, bakal mendapat apresiasi dari Pemprov, dalam hal ini Gubernur Sulsel.

“Kalau tahun kemarin penghargaan diserahkan langsung Presiden di istana, tapi sepertinya tahun ini penghargaan diserahkan Gubernur Susel di Makassar,” bebernya.

Sunanto menambahkan, luas lahan padi di Lutra kurang lebih 27.000 hektar. Dan tentu, kata dia, masih kalah dibanding daerah lain seperti Bone, yang luas lahannya 54.000 hektar kurang lebih.

“Kalau mengacu luas lahan memang kita masih di bawah dari Bone misalnya, dari segi produksi, itu kalau kita konversi ke luas lahannya. Tapi berkaitkan peningkatan produksi, kita yang tertinggi di Sulsel, dan ini BPS yang keluarkan,” katanya lagi.

“Insya Allah, kita tinggal menunggu panggilan dari provinsi untuk terima penghargaan. Sekali lagi, ini untuk persentase peningkatan produksi padi di 2018. Di 2019, tentu kita masih berharap mampu mencapai di atas 5% lagi, meski tahun ini sebagian lahan di wilayah Kabupaten Luwu Utara terkena dampak dari bencana banjir,” pungkasnya. (LH)

Comments

Berikan Komentar Anda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top