hukum & kriminal

Terkait Hate Speech,Gakkumdu Harapkan Ome Bersikap Kooperatif

ONLINELUWURAYA.COM,PALOPO — Sentra Gakkumdu menggelar press conference terkait kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menjadikan calon walikota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud sebagai tersangka di Media Center Panwaslu,Jalan Anggrek Kel. Tompotikka,Kecamatan Wara,Kota Palopo,Sulsel,Senin (19/3/2018) sore

Dalam press conference ini tim Gakkumdu yang dihadiri lengkap oleh tiga unsur yakni Panwaslu, Polres Palopo dan Kejari Palopo disebutkan jika tersangka AS alias Ome setelah dua kali pemanggilan dinyatakan DPO oleh Gakkumdu dan akan dilakukan upaya paksa.

“Kami sudah lakukan pemanggilan pertama tanggal 12 Maret untuk hadir tanggal 14 Maret 2018 dan pemanggilan kedua surat dilayangkan tanggal 14 Maret untuk hadir pada tanggal 16 tapi tetap tersangka AS tidak hadir memenuhi panggilan Gakkumdu,” kata Ketua Koordinator Gakkumdu yang tak lain Ketua Panwaslu Palopo, Syafruddin Djalal.

Sementara itu Koordinator Penyidikan Gakkumdu, AKP Ardy Yusuf  yang tak lain Kasat Reskrim Polres Palopo mengatakan, atas dasar tiga alat bukti yang cukup maka penetapan tersangka AS dinyatakan sah dan memenuhi unsur untuk ditingkatkan ke tahap selanjutnya.

“Tahapan penetapan tersangka dilakukan pada 9 Maret lalu dan kami Gakkumdu, sudah dua kali melakukan pemanggilan, kami berharap, beliau mau bersikap kooperatif dan mematuhi aturan hukum yang berlaku,” terang Ardy.

Saat ini pihak Gakkumdu melakukan upaya selanjutnya yaitu upaya paksa jika tersangka AS tetap mangkir sesuai pasal yang disangkakan yakni Pasal 187 junto pasal 69 huruf (c) UU nomor 10 tahun 2016.

Diketahui, laporan masyarakat diterima Gakkumdu pada 27 Februari 2018 lalu dan kemudian dilakukan penyelidikan dan naik ke tahap penyidikan.

Informasi yang dihimpun saat ini AS alias Ome sedang berada di luar Kota Palopo.(AS)

Comments

Berikan Komentar Anda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top