metro

Tinjau Perumahan Nelayan,Pjs Wali Kota Palopo: Harapkan Segera Dihuni

ONLINELUWURAYA.COM,PALOPO — Penjabat sementara (Pjs) Walikota Palopo Andi Arwien merasa puas usai meninjau Perumahan Nelayan yang berada di Kelurahan Sampoddo,Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo,Sulsel,Rabu,(14/3/2018)

Kunjungan Andi Arwien di dampingi oleh Asisten Pembangunan Setda Kota Palopo Taufiq,Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Palopo Nasrul Nasaruddin,Kepala Inspektorat H.Samil Ilyas ,Camat Wara Selatan Awaluddin dan Lurah Sampoddo Muslimin.

Dirinya menyampaikan kepuasannya setelah melihat langsung pembangunan Perumahan nelayan di Wilayah Kota Palopo tersebut.Apalagi menurutnya program tersebut adalah salah satu program Pemerintah yang sangat membantu meringankan beban masyrakat nelayan yang masuk kategori Pra Sejahtera ” khususnya masyarakat Nelayan yang jauh dari kehidupan yang mapan, yang kita tau hanya menggantungkan hidup dari hasil laut dan tambak,” ungkap Arwien.

Pada kesempatan itu, Arwien meminta kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkompeten agar selektif dalam penentuan calon penghuni Rumah nelayan tersebut.

” Saya harapkan dalam penentuan calon penghuni, pihak yang berkompeten harus selektif, jangan sampai ada yang layak untuk menjadi penghuni Rumah Nelayan tapi mereka tidak di akomodir.” Tegas Arwien.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Palopo Nasrul Nasaruddin, pada saat yang sama menjelaskan, terkait pembangunan rumah nelayan yang berada di Kelurahan Sampoddo Kecamatan Wara Selatan tersebut, Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN. Dengan jumlah 100 Unit type 36 di tahun anggaran 2017 ” namun Alhamdulillah, untuk Tahun Anggaran 2018 ini. Kota Palopo mendapat penambahan 20 unit perumahan nelayan dengan type yang sama,” Jelas Nasrul.

Ia juga berharap, program pemerintah ini akan membantu meringankan beban masyrakat nelayan kategori Prasejahtera, ” kepada calon penghuni agar nantinya setelah menghuni rumah tersebut janganlah berpangku tangan tapi tetap berusaha bagaimana keluar bisa meningkatkan upaya agar dapat keluar dari status keluarga prasejaterah,” Tandasnya.

Diketahui, bagi masyarakat nelayan yang nantinya akan menghuni bangunan perumahan tersebut diberikan batas waktu tinggal di selama 5 Tahun yang selanjutnya akan dilakukan evaluasi ulang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat nelayan lainnya untuk menempati rumah tersebut.

Anggaran Pembangunan Perumahan Nelayan Kota Palopo bersumber dari APBN Dirjen Penyedian Perumahan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat .(RL/Hms)

Comments

Berikan Komentar Anda

To Top