metro

Wali Siswa Sesalkan Kadisdik Palopo Hanya Omong Besar

ONLINELUWURAYA. COM, PALOPO – Pernyataan Jaminan kepala dinas pendidikan Kota Palopo terkait penerimaan siswa baru murni pada semua tingkatan sekolah hanya omong besar belaka, terbukti beberapa sekolah tingkatan SMP justru banyak menerima siswa yang jelas jelas tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Hal ini disampaikan oleh salah satu wali siswa Haris Abdullah Sulung yang sebelumnya bertemu dengan kadisidik yang mempertanyakan terkait penerimaan siswa baru pada tingkatan SMP. Menurutnya pernyataan kadisdik akan adanya kemurnian penerimaan siswa baru di sekolah tidak sesuai dengan apa yang di sampaikan.

“ Harusnya kalau memberikan pernyataan jaminan murni proses penerimaan siswa baru dikontrol agar apa yang disampaikan sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan,” ungkap Haris.

Haris juga sangat menyesalkan ungkapan kadisdik yang menantang masyarakat atau orang tua siswa untuk mencari informasi kalau ada ketidak murnian yang ditemukan sementara pada kenyataannya beberapa penerimaan siswa baru masih banyak proses yang tidak mengikuti aturan yang ada.
Seperti penerimaan berdasarkan atau mengutamakan zona atau wilayah, justru banyak siswa baru yang berasal dari zona 1 justru tidak dapat di akomodir malah sebaliknya penerimaan siswa tersebut mengakomodir siswa baru tidak lagi melihat zona tapi latar belakang orang tua atau wali siswa.

“ Kalau tidak bisa menjamin kemurnian tidak usah disampaikan bahkan menantang orang tua siswa atau wali siswa untuk mencari ketidak murnian penerimaan siswa baru,” ungkapnya.

Bukan hanya orang tua siswa langsung yang mempertanyakan terkait PSB, beberapa status di media sosial juga menulis ketidak terimaan mereka akan aturan yang katanya murni tapi kenyataannya tidak, sehingga imbasnya ke psikologis anak didik, menurutnya bukan salah orang tua siswa yang ingin anaknya sekolah disekolah pilihan mereka namun ketidak tegasan pejabat terkait yang justru tidak adanya ketegasan dalam menjalankan menjalankan aturan.

“ ubah aja datax. zona 2 atau 3 ubah aja jd zona 1.poin 10 jd poin 20. syp yg tau?data kan di kirim secara online.apa masuk akal alamat zona 2 dan 3 bisa lulus meski nilai akademik 92,sekian2. coba aja pikir sendiri. apalagi jika nilai akademik kurang dari 93. itu sy tujukan untuk salah satu smp trbaik!mungkn tdk semua sekolah.hal itu trjadi krn banyakx pendaftar yg ingin brlomba2 masuk meski itu sebenarx tdk memungkinkan. kasihan deh kita yg org susah! sy tdk setuju sistem ini diterapkan. krn beda aturan sistem online SMA dan SMP. “ tulis salah satu status dimedia sosial.(AL)

Comments

Berikan Komentar Anda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top